Mjnews.id – Peresmian renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, berlangsung lancar pada Senin (15/6/2026). Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan proses renovasi hingga peresmian bangunan bersejarah tersebut.
Menurut Deni, rangkaian panjang mulai dari renovasi bangunan, pembuatan patung Bung Karno, hingga acara peresmian dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak.
“Kami sangat mengapresiasi kawan-kawan DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dan Kabupaten Blitar yang telah bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini. Semua berjalan lancar atas doa dan dukungan banyak pihak,” kata Deni di Istana Gebang, Senin (15/6/2026).
Ia mengaku merasa lega dan bangga saat melihat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meninjau langsung hasil renovasi Istana Gebang.
“Ketika Ibu Ketua Umum masuk ke rumah dan melihat seluruh proses renovasi dengan senyum di bibirnya, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Deni menjelaskan, Istana Gebang memiliki nilai historis yang sangat penting karena menjadi tempat Bung Karno menjalani masa kecil dan proses pembentukan karakter. Menurutnya, berbagai jejak kehidupan Bung Karno di sejumlah daerah memiliki nilai sejarah masing-masing, mulai dari kota kelahirannya di hingga tempat peristirahatan terakhirnya di .
“Di Istana Gebang inilah Bung Karno menjalani masa kecil dan masa pencarian jati diri yang kemudian membentuk karakter beliau menjadi tokoh besar bangsa yang membawa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945,” katanya.
Semangat perjuangan dan kecintaan Bung Karno terhadap ilmu pengetahuan juga diwujudkan melalui patung baru yang dipasang di kawasan Istana Gebang. Patung tersebut menampilkan sosok Bung Karno sedang membaca buku.
Menurut Deni, pesan yang ingin disampaikan melalui patung tersebut adalah pentingnya budaya membaca bagi generasi muda.
“Bung Karno sampai akhir hayatnya terus belajar. Kami ingin menggugah kembali budaya membaca, terutama bagi Generasi Z dan Generasi Alpha yang saat ini mulai lebih banyak tertarik pada gadget dan permainan digital. Budaya membaca harus terus ditumbuhkan agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin unggul dan mampu bersaing secara global,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deni menegaskan bahwa Blitar memiliki posisi istimewa bagi PDI Perjuangan maupun para pengagum ajaran marhaenisme. Selain menjadi tempat Bung Karno menghabiskan masa kecilnya, Blitar juga menjadi lokasi makam Sang Proklamator.
“Blitar akan selalu memiliki tempat khusus di hati kami. Bung Karno menghabiskan masa kecilnya di sini dan dimakamkan di sini. Karena itu Blitar harus semakin maju ke depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan akan terus bersinergi dengan masyarakat dan Pemerintah Kota Blitar untuk menjaga serta mengembangkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang menjadi identitas kuat Kota Blitar.
“Blitar adalah kota sejarah Bung Karno. Dari kota kecil ini lahir semangat besar yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” pungkas Deni Wicaksono. (*)
