Mjnews.id – Sebuah lembaran baru dalam sejarah pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat (Sumbar) dimulai. Setelah hampir tujuh dekade menaungi pelayanan di gedung lama yang berdiri sejak tahun 1958, Ditlantas Polda Sumbar akhirnya melangkah menuju era modernisasi.
Pada Rabu 3 Juni 2026, suasana di Jalan Nipah Nomor 45, Kota Padang, tampak berbeda. Peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Kantor Ditlantas Polda Sumbar menjadi penanda dimulainya trasformasi besar yang dinanti-nantikan.
Pemandangan ini bukan sekadar seremonial semen dan bata. Dipimpin oleh Kapolda Sumbar yang saat itu menjabat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, acara tersebut menegaskan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga nyaman dan aman.
Kombinasi Jam Gadang dan teknologi modern
Yang menarik dari proyek bernilai Rp 36,75 miliar yang didanai APBN 2026 ini bukan hanya pada fungsinya, melainkan juga pada desainnya. Mengusung konsep 3 dimensi yang dipadukan dengan ornamen khas Minangkabau, gedung ini direncanakan akan tampil ikonik.
“Puncak bangunan dirancang menyerupai Ikon Jam Gadang,” ujar Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. Mohammad Reza Chairul Akbar Siddiq, S. H., S. I. K., M. H., saat dikonfirmasi pada Senin 15 Juni 2026.
Nuansa ini dipilih agar gedung tersebut menyatu dengan identitas budaya lokal, sekaligus menjadi landmark baru pelayanan kepolisian. Lebih dari sekadar estetika, bangunan ini direncanakan terdiri dari beberapa lantai dan difungsikan sebagai pusat pelayanan terpadu. Masyarakat nantinya dapat mengurus SIM, STNK, BPKB, dan fungsi lainnya dalam satu atap yang representatif.
Modernisasi pelayanan publik
Pembangunan ini adalah lanjutan dari langkah strategis modernisasi pelayanan publik yang sebelumnya diawali dengan peresmian gedung baru pelayanan BPKB di kawasan GOR H. Agussalim.
“Konteks pembangunan ini menjadi langkah strategis modernisasi pelayanan publik,” ucap Kombes Pol. Reza.
Dengan penggantian fasilitas lama yang telah uzur (sejak 1958), gedung baru ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan volume kendaraan dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks di era digital.
Apresiasi dan kehadiran pejabat penting
Prosesi peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran penting yang menandakan urgensi proyek, di antaranya Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin, pejabat utama Polda Sumbar, Kabinda, dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar.
“Waktu penyelesaian pembangunan diproyeksikan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, masih dalam tahun 2026, memastikan pelayanan yang lebih aman dan nyaman segera dapat dinikmati masyarakat,” kata Reza.
Proyek ini diharapkan membawa angin segar bagi efisiensi birokrasi, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat Sumatera Barat, berlandaskan komitmen “Presisi Melayani,” pungkasnya.
(Obral)












