Mjnews.id – Masih seputar kisruh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pariaman, Pimpinan Daerah Muhammadiyah ((PDM) Pariaman mengadakan pertemuan rapat dengan semua unsur.
Dalam undangan yang disampaikan kepada awak media ini, Jum’at (12/6/2026), rapat koordinasi akan dilakukan Sabtu (13/6/2026) di Aula Panti Aisyiyah Putri Taratak Pariaman, pukul 14.00 WIB. Surat undangan ditandatangani oleh PDM Drs. Nasri selaku ketua dan Yosrizal, S.H.I,M.H.
Nasri saat dihubungi secara terpisah melalui sambungan telepon seluler mengatakan, supaya kisruh persoalan Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman cepat terselesaikan.
“Benar undangan sudah disampaikan kepada penasehat PDM, anggota PDM, PDA, Pimpinan Ortom, PCM dan PCA se Kota Pariaman.
Sementara Ketua PDA Kota Pariaman, Endrawati, terkesan masih tutup mulut. Buktinya, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak diangkat.
Penasehat PDM H. Syafri Jauhari, secara terpisah mengatakan, terkesan PDA yang pandai buat masalah dan tidak bisa menyelesaikan masalah.
“Harusnya, PDA yang mengundang, bukan PDM. Nanti PDA bisa menjadi bulan-bulanan oleh peserta rapat,” ujarnya.
Hasan Basri sebagai Penasehat PDM Pariaman mengadakan, kisruh di tubuh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Pariaman ini sudah ketiga kalinya. Pertama tahun 2017 dan 2019 seta sekarang. Persoalan tetap tentang uang pendapatan di Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman. Bak seperti dalam istilah, di mana ada gula di situ ada semut.
Fatalnya kisruh sekarang Ketua PDA Kota Pariaman, Endrawati, memberhentikan Direktur Rumah Sakit Aisyiyah, dr. Tri Widiyanto dan Badan Pembina Harian (BPH) H. Jauhar Muiz. Kedua sosok ini masing-masing punya pendukung yang banyak.
Menurut Hasan Basri, Ketua PDA Aisyiyah Pariaman, Endrawati belum paham cara memimpin organisasi. Artinya, tidak punya manajemen.
Dalam organisasi itu harus ada rencana kerja tahunan yang disahkan oleh Badan Pembina Harian (BPH). Itu tidak pernah ada sama sekali. Manajemen yang ada sekarang hanya manajemen “surau”. Bekerja tanpa ada rencana. Contoh uang ada. Ayo kita bangun tempat berwudhu’. Kemudian uang masih ada ayo kita beli tanah. Padahal semua itu tidak pernah ada rencana kerja tahunan.
“Kita mengharapkan adanya perubahan pergantian pimpinan PDA Kota Pariaman, Endrawati kepada yang lebih paham cara memimpin organisasi nantinya,” ucap Hasan Basri dengan nada santai.
(tka)
