Ketika ditanya mengenai potensi kesepakatan dengan Presiden Trump terkait pembelian Boeing, Misbakhun mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Pandu, yang disebutnya bertanggung jawab atas eksekusi.
“Kita hari ini cuma menyetujui, mengkonsultasikan mengenai RKAP,” katanya.
Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan bahwa rapat hari ini masih berfokus pada pembahasan visi-misi RKAP.
Erik menyarankan pertanyaan terkait operasional, seperti Garuda Indonesia, untuk ditanyakan langsung kepada Direktur Utama Garuda.
Selanjutnya, Kepala Badan/Chief Executive Officer (CEO) Danantaara Rosan Roeslani, menyampaikan apresiasi atas pertemuan konsultasi pertama ini.
Ia menekankan pentingnya mengikuti semua aturan, kebijakan, dan tata kelola perusahaan yang baik (good governance), transparansi, akuntabilitas, serta integritas dalam menjalankan investasi.
“Kami terikat oleh NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan perusahaan lain, jadi mohon maaf banyak hal yang belum bisa kami paparkan, apalagi jika menyangkut perusahaan publik,” jelas Rosan.
Rosan juga mengungkapkan perkembangan kerja sama Danantara dengan beberapa negara. Selain Qatar dengan joint fund sebesar 4 miliar dolar, Danantara juga menjalin kerja sama dengan China (CIC) dan RDIF. Pembicaraan dengan PIF, sovereign wealth fund Arab Saudi, juga sedang berlangsung.
Pekan lalu, Rosan baru kembali dari Jepang setelah menjalin kerja sama dengan Japan Banking for International Cooperation (JEPIC) untuk pendanaan jangka panjang proyek-proyek energi terbarukan dan keberlanjutan.
“Kepercayaan dari dunia luar, dari negara-negara lain, pasar finansial, perbankan, dan investor dari luar sangat positif responsnya terhadap Dana Tara. Ini momentum yang baik yang ingin kami jaga terus,” pungkas Rosan.
(*/eky)







